beberapa kali buka sosial mediaku lewatlah gambar atau kata² yang disitu menceritakan seorang ibuk yang rela gak makan demi kasih makan anak²nya atau orang tersayang.
jujur, besok pagi aku butuh keajaiban semoga saja dompetku menggemuk bukan hanya perutku aja karena malam ini ketika kucek dompet rasanya hanya cukup untuk makan malam berempat.
biasanya berempat termasuk aku tapi karena nyokap tinggal dirumahku (kebetulan kakakku pergi) jadi sebagai orang ke empat yang makan malam hari ini adalah nyokap.
kamipun memanggil gerobak tukang bakso dan mie ayam yang kebetulan lewat, lalu sae mulai mengambil mangkok.
beberapa kalimat percakapan kami:
sae: berapa mangkok bu?
ibuk: empat ya mbak, tanya ke bapak dan simbah mau mie ayam atau bakso.
sae: ibuk gak makan?
ibuk: ibuk kenyang mbak
campur aduk rasanya hati ini, tapi tetap harus ku jalani. entah mengapa rasanya akhir² ini pintu rejeki kami tertutup.
jujur ini gak lebay seperti yang dibayangkan, tapi untuk saat ini emang kehidupan kami lagi gak baik² aja. aku gak minta dikasihani aku cuma minta dikasih kerjaan biar bisa kerja kantoran lagi seperti dulu.
kenapa? karena kerja kantoran pendapatan lebih stabil dibandingkan jadi “freelancer” kayak aku yang kalo gak ngapa²in ya gak menghasilkan cuan.
berharap semoga ada hal baik dan berita baik esok harinya.